Minggu, 13 Desember 2015

Perbedaan Yang Menyatukan


Persahabatan yang aku jalani bersama sahabatku cukup lama dari masa SD sampai sekarang. Menurut orang-orang menjalin persahabatn sudah 9 tahun lebih akan menjalin hubungan yang sangat awet. Aku memiliki sahabat dari SD ada 3 orang yaitu winda,regina,inneke walaupun jarak kita semua jauh mereka sudah memiliki masa depan masing-masing. Namun aku sangat terharu dengan hubungan ini dari kita berempat aku yang beragama katolik sendiri namun mereka bertiga selalu ada buat aku disaat aku membutuhkan teman cerita. Banyak perbedaan diantara kita dari perpaduan sifat, kesukaan bahkan keyakinan kita berbeda namun silahturami kita terjaga sampai sekarang. Saling menghargai satu sama lain. Saat salah satu dari kita merayakan hari raya kita saling mengucapkan. Bila ada waktu untuk diluangkan berjumpa dan banyak sekali yang kita bicarakan. Kalau berkumpul kita sering kuliner bercanda gurau melepas semua rindu kita yang sudah susah untuk berjumpa setiap saat. Sunggu berharganya waktu walaupun hanya sebentar saja. Perbedaan yang diciptakan begitu indah dimana kita manusia bisa saling memposisikan diri kita dan melihat sekitar kita. Kita juga saling membutuhkan satu sama lain. Jagalah hubungan yang harmonis bangunlah persahabatan dengan apa adanya, saling memberika semangat, selalu memberikan inspirasi untuk sahabat-sahabat kita. Jauhkan lah rasa iri, cemuburu dan dengki terhadap saudara-saudara kita. Jangan memandang orang hanya sebelah mata saja kita juga bukan manusia yang seutuhnya sempurna. Tuhan menciptaka manusia secara unik banyak perbedaan yang ada dikehidupan kita. Buatlah sebagai pelajaran hidup ini dan teruslah menjalain hubungan dengan berdinamika dengan damai walaupun perbedaan kita sangat banyak. Percayalah perbedaan itu indah bila kita melakukan dengan rendah hati, suka cita dan bersyukur selalu.

CINTAILAH SAUDARAMU SEPERTI KAMU MENCINTAI DIRIMU SENDIRI



Minggu, 29 November 2015

Sebungkus Nasi Membawa Kebahagiaan Orang lain 

Ristra Briliyanti Sekartaji
15.E1.0092
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru


  1. Inilah pengalaman saya pertama kali langsung terjun ke masyarakat kecil untuk berbagi sarapan pada pagi hari walaupun hanya sebungkus nasi namun membuat mereka tersenyum bahagia dan mengucap syukur kepadanya. Mengajarkan kita untuk membuka mata kita untuk selalu bersyukur dan menerima dengan lapang dada jangan lupa untuk selalu tersenyum
Hanya dengan 15 bungkus nasi yang kita bagi menciptakan betapa berharganya makanan sederhana ini untuk mereka. Kita harus patut bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki sekarang. Mereka bisa menghargai waktu tanpa mengenal lelah usia meraka yang sudah tua. Bahka ada anak kecil yang rela membagi masa kecilnya untuk bekerja mencari uang untuk membantu biaya sekolahnya. Begitu hilangnya masa kecil mereka yang seharusnya mereka bisa menikamti masa kanak-kanaknya seperti bermain bersama teman-temannya, belajar bersama,mendapatkan kasih sayang dari orang tuannya secara baik. Tidak memikirkan beban biaya hidup karena secara fisik dan sikis belum bisa seimbang. Ada juga seorang bapak yang sudah tua berjualan dipinggir jalan. Setiap pagi sampai malam beliau berjalan kaki menelusuri daerah simpang lima demi untuk mendapatkan uang demi biaya kehidupan sehari-hari .

Dengan melihat kehidupan mereka yang berbeda-beda dan secara langsung membuat hati kita terguggah untuk menghargai apapun yang kita punya dan selalu bersyukur dengan semua yang sudah diberikan kepada Tuhan bahwa diluar sana masih banyak sekali membutuhkan bantuan uluran tangan kita. Tuhan menciptakan kita untuk saling menolong yang lemah agar mereka merasa dihargai keadaannya jangan malah menyingkirkan mereka. Kita harus bisa saling menjaga persaudaran yang baik. Saling lah tolong-menolong. Kita hidup tidak hanya sendiri namun kita juga membutuhkan orang lain. Kita merupakan makhluk sosial yang selalu bergantung dengan orang lain. Janganlah sungkan memberi bantuan untuk mereka yang membutuhkan karena dengan membantu dengan ikhlas dan tulus mampu membuat raut wajah mereka bahagia dan tidak pernah lupa berterimakasih terhadap apa yang sudah kita berikan.

Manfaat untuk diri kita melakukan kegiatan ini adalah Hati kita menjadi peka terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan uluran tangan kita.Tergugah untuk memberikan kasih sayang dan kita juga saling menghargai masyarakat kecil.Jangan memandang sebelah mata terhadap mereka, mereka lebih kuat dan tahan terhadap masalah yang ada dilingkungan mereka.Selalu bekerja keras, pantang menyerah dan prinsipnya kalau tidak kerja tidak akan ada makanan untuk dimakan. Bisa explorasi lingkungan,mengenal sesama belajar untuk saling menghargai,menolong dengan sesama tidak melihat 

Sabtu, 28 November 2015

Mari Berbagi dan Berikan Senyuman

Ristra Briliyanti Sekartaji
15.E1.0092
Dosen pembimbing : Gregorius Daru



Tuhan mengajarkan kita untuk selalu berbagi kasih dengan siapa saja baik yang mampu maupun yang tidak mampu. Mereka semua satu saudara kita harus saling mengasihi dan menghormatinya. 
Berbuat baik terhadap orang lain janganlah setengah-setengah karena dengan uluran tangan kita membuat mereka bahagia. Dengan cara yang sederhana saja kita berbagi senyum terhadap orang yang baru saja kita kenal dapat membuat mereka senang,membuat mereka nyaman. 



Ibrani 13:1-2 yang berbunyi Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang,sebab berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.


Hasil dari proses proyek kebaikan yang saya lakukan di panti asuhan membuat saya  tergugah bahwa dengan sedikit melakukan dengan hal yang sederhana dengan hati yang tulus dan ikhlas membuat orang lain merasakan kebahagian. Melihat mereka yang sudah tidak mempunyai orang tua namun mereka mampu memberikan pengalaman berharga bagi kita. Mereka mampu mencari kekosongan hatinya yang sangat merindukan kasih sayang seorang ibu dan ayah. Ini membuat kita belajar betapa berharganya orang tua kita yang selalu disamping kita.Kita juga belajar dari mereka dari berbagai perbedaan yang muncul di lingkup mereka. Namun mereka bisa menjalin persaudaran dengan baik,saling membantu,saling belajar bersama,saling memberikan kekuatan. Dengan kesederhanaan mereka mampu menebar kebahagiaan dengan sesama. Walaupun hanya dengan cara mengajarkan mereka menyanyi,bermain dan menggambar sudah membuat mereka tersenyum lepas. Merasa bahagia dihati melihat sisi senyum mereka begitu bahagianya dengan cara memberikan sedikit sentuhan kasih dan perhatian. yang paling terpenting bukan berbagi secara materi tetapi perhatian kami yang mampu menghibur hati mereka ditengah kehidupan mereka yang dipenuhi dengan konflik.

Senin, 26 Oktober 2015

IMANKU MENDAMAIKAN DUNIA

INDAHNYA HIDUP DAMAI DENGAN PERBEDAAN

Ristra Briliyanti Sekartaji
15.E1.0092
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru Wijoyoko

Konsili Vatikan II dalam Nostra Aetate mengatakan demikian :

“Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci di dalam agama-agama ini. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan Kristus, yakni “jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6); dalam Dia manusia menemukan kepenuhan hidup keagamaan, dalam Dia pula Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.

Maka Gereja mendorong para puteranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan asas moral serta nilai-nilai sosio-budaya, yang terdapat pada mereka.”


Dalam ajaran gereja Katolik kita diajarkan dengan dasar Cinta Kasih. Kita ditanamkan untuk saling mengasihi, menyanyangi, mencintai, saling tolong-menolong dengan antar umat beragama. Tidak hanya kita mencintai dan menyanyangi yang sama dengan agama yang kita anut. Tuhan menciptakan kita dengan kesempurnaan yang sudah direncanakan Tuhan dengan baik. Kita sebagai umatnya harus bisa menjaga apa yang sudah Tuhan ciptakan untuk kita syukuri. Tuhan mengajarkan kita untuk saling bersaudara baik yang kaya,miskin,berkulit hitam,berkulit putih,beda ras dan beda suku.

Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling mulia dibandingkan ciptaan Tuhan yang lainnya. Tuhan menciptakan manusia dengan memberikan akal budi yang baik. Tuhan menciptakan manusia di Bumi tidak akan ada yang sama persis rupanya maupun sifatnya. Meskipun Tuhan menciptakan bayi kembar untuk lahir dibumi mungkin sekilas serupa namun mereka tetap memiliki perbedaan sifat tidak mungkin sama persis. Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki keunikan tersendiri disetiap diri manusia. Dari perbedaan manusia tersebut pasti banyak sekali pemikiran berbeda-beda.

Seharusnya karena perbedaan yang tercipta kita bisa mempersambungkan dengan tali persaudaran. Karena kita merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian.KIta juga butuh masih membutuhkan orang lain untuk saling membantu. (Kejadian 2:18) "Tidak baik,kalau manusia itu seorang diri. Aku akan menjadi penolong baginya, yamg sepadan dengan dia".Manusia juga membutuhkan ketenangan dalam hidup (perdamaian) memungkinkan untuk mengembankan dirinnya untuk lebih manusiawi dalam menjalain dan menjaga persaudaraan yang sejati. Untuk mewujudkan perdamaian membutuhkan kesadaran dari diri manusia, pengakuan dan penghormatan terhadap martabat dan hak secara manusiawi.Dengan penghormatan martabat dan hak dasar orang lain merupakan dasar untuk mewujudkan persaudaraan sejati. setiap orang diciptakan menurut gambar/rupa/citra Allah sendiri dengan seperti itu kita dapat mewujudkan

“Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya, menurut citra Allah diciptakan-Nya dia: laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian  1: 27)  Karena ia diciptakan menurut citra Allah, maka manusia menduduki tempat khusus dalam ciptaan. Manusia yang adalah citra Allah itu adalah laki-laki dan perempuan, yang dari kodratnya dia diciptakan satu dalam jiwa-badan, dan Allah menjadikannya sahabat-Nya.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan memiliki martabat yang pribadi. Dimana manusia bisa mampu mengenal dirinya sendiri,mengabdikan diri untuk kebebasan hidup dan hidup dalam kebersaman dengan orang lain.Dimana ini hanya dimiliki manusia hal ini tidak dapat diberikan oleh makhluk lain selain manusia.

Ajaran Gereja Katolik 

Gereja melanjutkan anjaran Yesus yaitu untuk damai namun tidak sebatas damai secara fisik melainkan secara batiniah dimana manusia mengupayakan untuk situasi dirinya dan lingkungan hidup secara damai dan sejahtera.Perdamaian tercipta bila adanya kesadaran diri manusia, mengutamakan kebersamaan, tidak egois.Mampu mengendalikan setiap nafsunya dan saling menghormati dengan semua orang dengan landasan hukum cinta kasih.Bila kita sudah mengerti Katolik yang sebenarnya kita mampu memperdalam iman kita dan kita mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan oleh Tuhan di kehidupan sehari-hari. Dengan seperti itu kita dapat membangun hubungan yang sangat harmonis baik dengan Tuhan,sesama,alam semesta dan diri kita sendiri.

Kisah nyata persaudaran sejati antar umat Katolik dengan umat Muslin yang berada di Somohitan Turi-Sleman.Banyak dareah yang di Indonesia mengalami benturan antar umat beragama bahwa umat Kristiani dan umat Muslim tidak dapat membangun hidup bersama. Pernyataan ini tidak benar di buktikan di daerah Somohitan Turi-Sleman yang mayoritas penduduknya beragama Kristiani namun umat Muslim mampu hidup bersama dengan perbedaan ini. Apa faktor yang menyebabkan kedua perbedaan keyakinan ini menjalin persaudaran yang sejati ?

1. Nilai budaya : kekuatan yang menyatukan umat beragama dalam membangun persaudaraa.
hidup harmoni masyarakat Somohitan terpelihara oleh Pitutur Luhur (nasihat yang luhur) para sesepuh yang telah menjadi nilai-nilai adat dan budaya local (local wisdom). Melihat  kekayaan ini, maka Tokoh Gereja dan Kiyai, Ustat, Ulama, dan masyarakat adat membangun sebuah Balai Budaya sebagai pusat interaksi 

2. Kemauan bersama untuk membangun persaudaraan
Gereja adalah miliki dan bagian dari masyarakat, masyarakat adalah miliki dan bagian dari Gereja”, atau secara filosofis dikatakan, “Aku adalah engkau, engkau adalah aku”.  Atas dasar paham inilah umat katolik membuka diri, keluar  dan menyatu dengan suka-duka kehidupan masyakarakat sekitarnya. Dengan seperti ini kita mampu mengembangkan kerja sama dengan masyarakat yang lain seperti kita bercocok tanam, kerjasama untuk memajukan peternakan seperti ini kita mampu bersama-sama memajukan tingkat ekonomi didesa tersebut.Semua warga baik umat Muslim dan umat Katolik mampu hidup dengan harmonis dan sejahtera karena kita mengalami komunikasi setiap hari dan membuat kita tidak terjadinya salah paham.

3.Membangun persaudaran dalam semangat gotong-royong 
Peristiwa lain adalah penanganan bencana alam bersama yang dilakukan oleh orang muda Katolik dan Orang Muda Islam. Pada waktu gempa bumi tahun 2006 orang muda Katolik dan Islam mendirikan posko bersama untuk membantu korban gempa. Gerakan bersama ini adalah gerakan kemanusiaan. Dalam peristiwa bencana alam seperti itu orang tidak melihat kami dari mana, beragama apa, tetapi siapa saja dapat tergerak oleh belas kasihan untuk membantu mereka yang menderita.Pengalaman ini semakin meningkatkan kerukunan beragama dan keharmonisan hidup bersama.