INDAHNYA HIDUP DAMAI DENGAN PERBEDAAN
Ristra Briliyanti Sekartaji
15.E1.0092
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru Wijoyoko
Konsili Vatikan II dalam Nostra Aetate mengatakan demikian :
“Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci di dalam agama-agama ini. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan Kristus, yakni “jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6); dalam Dia manusia menemukan kepenuhan hidup keagamaan, dalam Dia pula Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Maka Gereja mendorong para puteranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan asas moral serta nilai-nilai sosio-budaya, yang terdapat pada mereka.”
“Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci di dalam agama-agama ini. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan Kristus, yakni “jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6); dalam Dia manusia menemukan kepenuhan hidup keagamaan, dalam Dia pula Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Maka Gereja mendorong para puteranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan asas moral serta nilai-nilai sosio-budaya, yang terdapat pada mereka.”
Dalam ajaran gereja Katolik kita diajarkan dengan dasar Cinta Kasih. Kita ditanamkan untuk saling mengasihi, menyanyangi, mencintai, saling tolong-menolong dengan antar umat beragama. Tidak hanya kita mencintai dan menyanyangi yang sama dengan agama yang kita anut. Tuhan menciptakan kita dengan kesempurnaan yang sudah direncanakan Tuhan dengan baik. Kita sebagai umatnya harus bisa menjaga apa yang sudah Tuhan ciptakan untuk kita syukuri. Tuhan mengajarkan kita untuk saling bersaudara baik yang kaya,miskin,berkulit hitam,berkulit putih,beda ras dan beda suku.
Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling mulia dibandingkan ciptaan Tuhan yang lainnya. Tuhan menciptakan manusia dengan memberikan akal budi yang baik. Tuhan menciptakan manusia di Bumi tidak akan ada yang sama persis rupanya maupun sifatnya. Meskipun Tuhan menciptakan bayi kembar untuk lahir dibumi mungkin sekilas serupa namun mereka tetap memiliki perbedaan sifat tidak mungkin sama persis. Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki keunikan tersendiri disetiap diri manusia. Dari perbedaan manusia tersebut pasti banyak sekali pemikiran berbeda-beda.
Seharusnya karena perbedaan yang tercipta kita bisa mempersambungkan dengan tali persaudaran. Karena kita merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian.KIta juga butuh masih membutuhkan orang lain untuk saling membantu. (Kejadian 2:18) "Tidak baik,kalau manusia itu seorang diri. Aku akan menjadi penolong baginya, yamg sepadan dengan dia".Manusia juga membutuhkan ketenangan dalam hidup (perdamaian) memungkinkan untuk mengembankan dirinnya untuk lebih manusiawi dalam menjalain dan menjaga persaudaraan yang sejati. Untuk mewujudkan perdamaian membutuhkan kesadaran dari diri manusia, pengakuan dan penghormatan terhadap martabat dan hak secara manusiawi.Dengan penghormatan martabat dan hak dasar orang lain merupakan dasar untuk mewujudkan persaudaraan sejati. setiap orang diciptakan menurut gambar/rupa/citra Allah sendiri dengan seperti itu kita dapat mewujudkan
“Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya, menurut citra Allah diciptakan-Nya dia: laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1: 27) Karena ia diciptakan menurut citra Allah, maka manusia menduduki tempat khusus dalam ciptaan. Manusia yang adalah citra Allah itu adalah laki-laki dan perempuan, yang dari kodratnya dia diciptakan satu dalam jiwa-badan, dan Allah menjadikannya sahabat-Nya.
Manusia diciptakan oleh Allah dengan memiliki martabat yang pribadi. Dimana manusia bisa mampu mengenal dirinya sendiri,mengabdikan diri untuk kebebasan hidup dan hidup dalam kebersaman dengan orang lain.Dimana ini hanya dimiliki manusia hal ini tidak dapat diberikan oleh makhluk lain selain manusia.
Ajaran Gereja Katolik
Gereja melanjutkan anjaran Yesus yaitu untuk damai namun tidak sebatas damai secara fisik melainkan secara batiniah dimana manusia mengupayakan untuk situasi dirinya dan lingkungan hidup secara damai dan sejahtera.Perdamaian tercipta bila adanya kesadaran diri manusia, mengutamakan kebersamaan, tidak egois.Mampu mengendalikan setiap nafsunya dan saling menghormati dengan semua orang dengan landasan hukum cinta kasih.Bila kita sudah mengerti Katolik yang sebenarnya kita mampu memperdalam iman kita dan kita mengaplikasikan apa yang sudah diajarkan oleh Tuhan di kehidupan sehari-hari. Dengan seperti itu kita dapat membangun hubungan yang sangat harmonis baik dengan Tuhan,sesama,alam semesta dan diri kita sendiri.
Kisah nyata persaudaran sejati antar umat Katolik dengan umat Muslin yang berada di Somohitan Turi-Sleman.Banyak dareah yang di Indonesia mengalami benturan antar umat beragama bahwa umat Kristiani dan umat Muslim tidak dapat membangun hidup bersama. Pernyataan ini tidak benar di buktikan di daerah Somohitan Turi-Sleman yang mayoritas penduduknya beragama Kristiani namun umat Muslim mampu hidup bersama dengan perbedaan ini. Apa faktor yang menyebabkan kedua perbedaan keyakinan ini menjalin persaudaran yang sejati ?
1. Nilai budaya : kekuatan yang menyatukan umat beragama dalam membangun persaudaraa.
Kisah nyata persaudaran sejati antar umat Katolik dengan umat Muslin yang berada di Somohitan Turi-Sleman.Banyak dareah yang di Indonesia mengalami benturan antar umat beragama bahwa umat Kristiani dan umat Muslim tidak dapat membangun hidup bersama. Pernyataan ini tidak benar di buktikan di daerah Somohitan Turi-Sleman yang mayoritas penduduknya beragama Kristiani namun umat Muslim mampu hidup bersama dengan perbedaan ini. Apa faktor yang menyebabkan kedua perbedaan keyakinan ini menjalin persaudaran yang sejati ?1. Nilai budaya : kekuatan yang menyatukan umat beragama dalam membangun persaudaraa.
hidup harmoni masyarakat Somohitan terpelihara oleh Pitutur Luhur (nasihat yang luhur) para sesepuh yang telah menjadi nilai-nilai adat dan budaya local (local wisdom). Melihat kekayaan ini, maka Tokoh Gereja dan Kiyai, Ustat, Ulama, dan masyarakat adat membangun sebuah Balai Budaya sebagai pusat interaksi
2. Kemauan bersama untuk membangun persaudaraan
Gereja adalah miliki dan bagian dari masyarakat, masyarakat adalah miliki dan bagian dari Gereja”, atau secara filosofis dikatakan, “Aku adalah engkau, engkau adalah aku”. Atas dasar paham inilah umat katolik membuka diri, keluar dan menyatu dengan suka-duka kehidupan masyakarakat sekitarnya. Dengan seperti ini kita mampu mengembangkan kerja sama dengan masyarakat yang lain seperti kita bercocok tanam, kerjasama untuk memajukan peternakan seperti ini kita mampu bersama-sama memajukan tingkat ekonomi didesa tersebut.Semua warga baik umat Muslim dan umat Katolik mampu hidup dengan harmonis dan sejahtera karena kita mengalami komunikasi setiap hari dan membuat kita tidak terjadinya salah paham.
3.Membangun persaudaran dalam semangat gotong-royong
Peristiwa lain adalah penanganan bencana alam bersama yang dilakukan oleh orang muda Katolik dan Orang Muda Islam. Pada waktu gempa bumi tahun 2006 orang muda Katolik dan Islam mendirikan posko bersama untuk membantu korban gempa. Gerakan bersama ini adalah gerakan kemanusiaan. Dalam peristiwa bencana alam seperti itu orang tidak melihat kami dari mana, beragama apa, tetapi siapa saja dapat tergerak oleh belas kasihan untuk membantu mereka yang menderita.Pengalaman ini semakin meningkatkan kerukunan beragama dan keharmonisan hidup bersama.

Nice, Menjaga persaudaraan antar sesama dan menghargai perbedaan membuat dunia damai dan indah :)
BalasHapussetujuuu
BalasHapussaya setuju dengan anda, karena dengan adanya perbedaan tidak harus ada perselisihan. namun dengan perbedaan itu kita bisa saling menghormati dan menghargai sehingga tercipta perdamaian.
BalasHapusSaya juga setuju :D
BalasHapusSetujuu
BalasHapusSetujuu
BalasHapusmenjaga perdamaian sangat perlu dilaksanakan dalam proses kehidupan bernegara yang saat ini kondisinya sedang memprihatinkan. namun alangkah lebih baik jika hal ini tidak hanya menjadi sebuah wacana saja, namun menjadi sebuah tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
BalasHapuspada kasus yang anda tulis pada blog anda, saya sangat meng apresiasi sekali, dimana, pada real dilapangan nya saat ini, banyak sekali perbedabat, pergelutan hingga penghinaan terhadap perbedaan agama, dari adanya blog anda, ini bisa menjadi nilai masukan baik terhadap lingkungan sekitar kita, intinya, agama bukan sebagai pembeda, namun sebagai permersatu dan persaudaran, Tuhan memberkati :)
BalasHapusselalu membawa perdamaian dimanapun km berada :)
BalasHapusAmin, semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mau tanya, gi mana caranya menyadarkan org yg merasa dirinya lebih baik dari org laen? Thank you
BalasHapusTulisan yang bagus Mbak..setuju sekali..
BalasHapusTerkadang kita ga sadar akan perbedaan yang justru menyatukan kita.
Karena kata 'KITA' hanya akan tercipta ketika 'AKU', 'KAMU' dan 'DIA' yang berbeda bertemu bersama.
Salam damai nusantara
Indahnya berbeda
Iya setuju banget, dengan perbedaan itu kita seharusnya saling mengisi satu sama lain, dan menghargai perbedaan yang ada.Gbu
BalasHapusartikel yang sangat menginspirasi, thx :)
BalasHapusRistra! tulisan yang bagus.
BalasHapusterus berkarya ya :)
Jesus Bless You :)
Setuju banget sama Ristra, bawa kita seharusnya sling menghargai perbedaan antar umat beragama.
BalasHapusTeruslah berkarya ya, Tuhan Yesus Memberkati :)
setuju, karena sudah seharusnya bahwa perbedaan tidak menimbulkan perpecahan lagi tetapi sebaliknya yaitu saling menyatukan dan membawa perdamaian, perbedaan akan indah bila ada ketulusan.
BalasHapusNice article. Dalam setiap perbedaan pasti menimbulkan pro dan kontra tetapi kita seharusnya menghadapi perbedaan tersebut dengan saling bertoleransi. Thanks
BalasHapusSetujuu .. Bukan berarti perbedaan menghalangi perdamaian. Perdamaian itu indah ��
BalasHapusTerimakasih . Artikelnya sangat membantu dan menginspirasiii . Jadi kita bisa tetap bersatu walau dgn perbedaan .Semoga bisa terealisasikan ya kedepann . Amiiinnn . GBu ^^
BalasHapusartikel yg menginsirasi ristraa
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBlog yang menarik. Membahas tentang persoalan agama, perdamaian dan persatuan umat beragama secara umum. Beberapa hal yang harus diperhatikan hanyalah sebatas bentuk kalimat. Perlu diteliti dan ditinjau kembali karena ada beberapa kalimat yang belum menggunakan aturan penyusunan kalimat yang baik. Selain itu, contoh yang diberikan masih terlalu umum, hanya sebatas persaudaraan antara Islam dan Katolik. Padahal begitu banyak agama di Indonesia maupun di negara lain yang barangkali-jika menarik-bisa digunakan sebagai referensi. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa itu Katolik yang sebenarnya? Ketika membaca sederet kalimat yang menyatakan, '...bila kita sudah tau apa arti katolik yang sebenarnya' timbul pertanyaan dalam benak saya, apa maksudnya? Barangkali bisa ditambahkan pengertian Katolik yang Sebenarnya.
BalasHapusOver all, tulisan di atas cukup menarik walau membahas tentang hal2 yang umum terjadi. Semoga sukses dan turut menyebarkan tali cinta kasih. Jangan lupa mampir ke blog saya di; maleawriter.blogspot.com. Gbu!
Benar-benar artikel yang memberi pengetahuan baru, terus berkarya.....
BalasHapusSetuju bangett
BalasHapuswah, tolong d rapiin lagi ya buat layout tulisannya hehe
BalasHapusbuat isinya bagus. dan semoga bisa di aplikasikan dalam kehidupan kita masing" sebagai umat Allah yang saling mengasihi. GBU
BalasHapusartikenya bagus, semoga bermanfaat buat kita semua. terus berkarya ok.
BalasHapusIsinya sangat membantu dalam menambah wawasan saya, terimakasih ristra, terus menulis. Tuhan Yesus memberkati. Jangan lupa menjaga perbedaan yg ada biar tidak terjadi konflik
BalasHapusGoodjob, artikel yg sangat luar biasa, semoga bisa bermanfaat buat semua umat beriman. Terus berkarya ya ristraaaa;)
BalasHapussangat bermanfaat :)
BalasHapussangat bermanfaat :)
BalasHapussangat bermanfaat :)
BalasHapusSebenarnya semua agama menyerukan untuk menjunjung perdamaian tp banyak orang yg terlalu fanatik hingga melunturkan nilai kebersamaan
BalasHapusSebenarnya semua agama menyerukan untuk menjunjung perdamaian tp banyak orang yg terlalu fanatik hingga melunturkan nilai kebersamaan
BalasHapussemua agama itu baik,,,yang tidak baik hanyalah orang nya saja yg membuat agama itu terlihat tidak baik bagi pengikut agama lain
BalasHapusPerbedaan itu indah. Keluarga saya itu bhineka tunggal ika, ada yang Hindu, Islam, Katolik dan Kristen. Dengan adanya perbedaan diantara kami tidak menjadi penghalang bagi kami untuk saling rukun satu sama lain. Adik sepupu saya beragama Islam sedangkan saya beragama Hindu, kalau dia sedang menginap dirumah saya kami tidur berdua dikamar saya. Kalau waktunya saya untuk sembahyang dan dia sholat kami melakukannya bersama. Saya menghadap ke timur dan dia menghadap ke barat. Kadang kalau dia ketiduran saat jam sholat saya membangunkan dia begitu juga sebaliknya. Tidak ada masalah bagi kami justru saya pikir, itu sangat indah karena kami bisa menghargai perbedaan diantara kami.
BalasHapusterus berkarya di tulisan berikutnya ya.
BalasHapusperdamaian memang harus selalu di pertahankan dan diciptakan. artikel yang super. terus berkarya ya:-)
BalasHapusKasih merupakan dasar hukum utama dalam kehidupan kita sehari - hari, dengan kasih Tuhan menghendaki kita untuk saling menjaga satu sama lain. Apapun agama kita, pada akhirnya kita beribadah untuk memuliakan nama Tuhan, namun jika kita sendiri masih memihak agamaku agamamu, SARA yang menimbulkan perpecahan, bagaimana kita bisa dekat dengan Tuhan? Agama ada untuk merekatkan persaudaraan kita bukan sebagai ajang untuk mencari pembenaran :)
BalasHapusartikel yang menarik..kita harus menghargai dan menghormati setiap perbedaan
BalasHapusblognya bermanfaat banget buat kita semua . keren! <3
BalasHapusnice writing, keep going.
BalasHapusgood post.... semoga ini dapat menjadi pedoman bagi kita semua yaa... ku tnggu post mu selanjutnya GBU
BalasHapusartikel yang bagus. GBU
BalasHapuspost anda sangat bagus dan menginspirasi. terus berkayarya. gbu;)
BalasHapuskamu harus belajar ilmu filsfat agar lebih bisa memaknainya :)
BalasHapusharusnya juga di berikan contoh dalam krhidupan sehari-haianmu, agar kamu lebih tau atau mengerti.
Setuju beb..sukses buat uas nya ya ����
BalasHapusArtikel yang bermanfaat.
BalasHapus